Our Team

HERMAWANSYAH

Lahir di Sungai Bakau Kecil, Mempawah, Kalimantan Barat pada tahun 1975. Dia adalah aktivis mahasiswa dan fokus pada isu pemberdayaan dan advokasi. Salah satu pendiri Lembaga Gemawan pada 1999 dan secara aktif terlibat dalam jadingan CSO lokal dan nasional. Selain sebagai konsultan, ia juga pembicara, fasilitator, pelatih untuk isu-isu good governance, advokasi kebijakan, pendidikan politik dan kewarganegaraan, paralegal, kebijakan sumber daya alam, pengorganisasian masyarakat, dan otonomi desa. Saat ini dia merupakan Direktur Eksekutif Swandiri Institute.

Hermawansyah

Hermawansyah

LAILI KHAIRNUR

Selama satu dekade terakhir, Laili Khairnur telah terlibat dalam gerakan sosial dan masyarakat sipil di Kalimantan Barat. Sebagai mahasiswa di Yogyakarta, dia menjadi sukarelawan di beberapa LSM nasional. Selain itu, dia memiliki keahlian dalam isu perempuan, dia juga ahli dalam isu korupsi, good governance, dan pengelolaan sumber daya alam, terutama terkait dengan perhutanan dan produksi kelapa sawit. Selama tiga tahun terakhir, dia mempelajari isu perkembangan ekonomi, terutama dalam usaha kecil mikro. Dia jua mempunyai keahlian sebagai fasilitator, advokator dan ahli kampanye. Sebagai tambahan, Laili memiliki keahlian khusus dalam memimpin organisasi, seperti Lembaga Gemawan, dalam isu perencanaan manajemen dan program. Dia sering menjadi juru bicara Lembaga Gemawan dan mewakili Lembaga Gemawan di advokasi tingkat lokal, nasional dan internasional.

Laili Khairnur

Laili Khairnur

Uray E. Kusumajaya

Keterlibatannya dalam pendidikan kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV/AIDS tahun 1995 – 2005 telah membuatnya terlibat secara luas dalam pendidikan formal dan non fomal sejak itu. Dia berpartisipasi secara aktif di gerakan mahasiswa pada tahun 1996 – 1998 dan kemudian dengan beberapa aktivis mahasiswa dia mendirikan Lembaga Gemawan pada tahun 1999 dan menjadi anggota dewan pengurus. Telah menyelesaikan Master Pendidikan di Universitas Victoria, Melbourne, dia mengembangkan minat dan keahlian yang mendalam dalam pengorganisasian masyarakat, fasilitasi, dan mengembangkan pelatihan dan peningkatan kapasitas untuk organisasi masyarakat sipil.

Uray E. Kusumajaya

Uray E. Kusumajaya

Muhammad Isa

Fasilitator, pengurus, dan ahli kampanye. Secara signifikan aktif dalam isu masyarakat sipil dan perubahan sosial sejak dia menjadi aktivis mahasiswa. Dia menginisiasi terbentuknya beberapa organisasi masyarakat sipil dan jaringan organisasi masyarakat sipil yang membentuk pengalaman dan pemahamannya tentang organisasi lokal di Kalimantan Barat dan perhubungannya dengan daerah dan internasional. Pengetahuannya yang luas termasuk tentang hak asasi manusia, demokrasi, dan perkembangan masyarakat. Dia pernah bekerja di BRR Aceh, Komisioner KPU Kalbar. Di Swandiri Institute, selain sebagai konsultan, dia juga mengelola Borneo University Initiative.

Muhammad Isa

Muhammad Isa

Irendra Radjawali

Ahli ilmu bumi dan peneliti berpengalaman dalam penelitian tindakan menggunakan pendekatan politik ekologis, modeling, dan analisa jaringan untuk studi sosial ekologis. Dia melakukan studi doktor di Bremen, Jerman, dengan judul “Melalui Ekologi Politik Perikanan Karang di Indonesia.” Saat ini, dia bergabung dengan Institte untuk Studi Asia dan Timur, Universitas Bonn, Jerman sedang melakukan penelitian tentang “Hubungan perkotaan-pedesaan: Ekologi politik Sungai Kapuas, Kalimantan Barat”. Dia juga berpartisipasi secara aktif dalam penelitian Inisiasi Transparansi Industri Ekstraktif (EITI) dan analisa tata ruang dan daerah.

Cut Azimar TA

Terlatih secara formal dalam bidang pembangunan pertanian dari Universitas Syah Kuala di NAD. Berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam urusan administrasi dan finansial menyangkut proyek-proyek penelitian maupun kegiatan-kegiatan advokasi yang dilakukan oleh berbagai lembaga nasional maupun internasional seperti Transparency International Indonesia dan Kontras.

Cut Azimar TA